{"id":9801,"date":"2022-05-10T03:49:09","date_gmt":"2022-05-10T03:49:09","guid":{"rendered":"https:\/\/komunikasi.fisip.undip.ac.id\/v1\/?p=9801"},"modified":"2022-05-11T03:51:43","modified_gmt":"2022-05-11T03:51:43","slug":"bedah-skripsi-dan-karya-bidang-mahasiswa-ilmu-komunikasi","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/komunikasi.fisip.undip.ac.id\/v1\/id\/2022\/05\/10\/bedah-skripsi-dan-karya-bidang-mahasiswa-ilmu-komunikasi\/","title":{"rendered":"Bedah Skripsi dan Karya Bidang Mahasiswa Ilmu Komunikasi"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: center;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Sumber : Salsabila Febryanti\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Semarang &#8211; Sabtu, 23 April 2022 telah diadakan acara bedah skripsi dan karya bidang oleh Program Studi Ilmu Komunikasi. Acara ini dibuka oleh Nesya Alyalina Dita selaku MC, dilanjutkan dengan sambutan dari S. Rouli Manalu Ph.D selaku Ketua Program Studi S1 Ilmu Komunikasi.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Bedah skripsi dan karya bidang merupakan salah satu program kerja tahunan riset dan prestatif HMPS Ilmu Komunikasi Undip. Kegiatan ini bertujuan untuk membantu para mahasiswa semester akhir dalam mendapatkan informasi dan gambaran yang lebih luas mengenai penyusunan tugas akhir, baik skripsi ataupun karya bidang.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Pasal 37 Peraturan Akademik Universitas Diponegoro menyebutkan bahwa tugas akhir atau skripsi dapat dilakukan setelah mahasiswa menyelesaikan mata kuliah paling sedikit 120 SKS. Namun, ujian skripsi dapat dilakukan ketika 10 mata kuliah prodi, 10 Mata Kuliah Peminatan Mahasiswa (MKPM), dan 10 mata kuliah terbuka sudah diselesaikan, sehingga total mata kuliah yang harus diselesaikan adalah 145 SKS.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Terdapat dua bentuk tugas akhir, yaitu skripsi dan karya bidang. Skripsi merupakan penelitian individu yang dibimbing oleh 2 dosen pembimbing. Sedangkan karya bidang adalah proyek komunikasi yang menghasilkan produk untuk digunakan oleh industri dengan dibimbing oleh 2 dosen pembimbing dari departemen dan pembimbing dari perusahaan.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Dalam pembagian dosen pembimbing, mahasiswa mengajukan 3 alternatif nama dosen pembimbing terlebih dahulu. Mahasiswa akan mendapatkan dosen pilihan pertama apabila kuota bimbingan dosen pertama belum penuh atau dosen pilihan pertama memang memilih mahasiswa tersebut. Apabila mahasiswa tidak mendapat dosen pilihan pertama, maka dapat memilih dosen kedua atau ketiga dengan menyesuaikan topik penelitian.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Prosedur pelaksanaan tugas akhir skripsi meliputi:<\/span><\/p>\n<ul style=\"text-align: justify;\">\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Mahasiswa mengajukan 1 nama dosen pembimbing pada akhir semester 6. Disarankan memasukkan skripsi ke dalam IRS jika penyusunan proposal telah selesai.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Kaprodi memilih dosen pembimbing dengan memerhatikan peminatan dan beban kerja. Mahasiswa memulai bimbingan penyusunan proposal dalam 1 semester.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Dosen pembimbing memutuskan apakah proposal sudah layak untuk diujikan.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Kaprodi memilih 2 penguji proposal, di mana penguji 1 akan menjadi dosbing dan penguji 2 menjadi dosen penguji.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Mahasiswa bersama 2 dosbing melakukan penyusunan tugas akhir.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Sidang penyusunan tugas akhir menentukan kelulusan mahasiswa.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Sementara itu, prosedur pelaksanaan tugas akhir karya bidang tidak terlalu berbeda dengan skripsi, tetapi terdapat satu persyaratan khusus untuk menjustifikasi karya apa yang dapat diusulkan, yaitu proyek yang diusulkan harus memiliki klien yang berkomitmen akan menggunakan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">output<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> dari proyek. Persyaratan dan kelayakan suatu mitra didiskusikan dengan dosen pembimbing terlebih dahulu.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Hal tersebut dikarenakan terdapat legal formal berupa dokumen bersama yang harus ditandatangani oleh universitas dan mitra perusahaan. Apabila mitra sudah setuju dengan proyek tersebut, kelayakan proyek tetap harus didiskusikan oleh dosen pembimbing. Sama seperti skripsi, akan ada dosen penguji yang menilai proyek karya bidang.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Dalam penulisan proposal, skripsi dan karya bidang memiliki isi yang sama, tetapi dalam karya bidang harus ada pembagian tugas yang dikerjakan oleh setiap member dalam melakukan projek.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cDalam proposal karya bidang isinya sama, tetapi sudah harus jelas apa saja tugas yang dikerjakan oleh setiap member dalam proposal tersebut. Isi konten proposalnya sama hanya saja harus diindikasikan tanggung jawab setiap member. Di laporan akhir baru berbeda karena tugas dan aktivitas yang dilakukan selama proyek berbeda,\u201d ungkap Kaprodi S1 Ilmu Komunikasi, S. Rouli Manalu Ph.D.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Komparasi kelebihan dan kekurangan antara skripsi dan karya bidang dapat disesuaikan dengan individu masing-masing. Kelebihan skripsi adalah pengerjaan individual, sehingga mahasiswa dapat mengatur <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">pace<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">-nya. Sedangkan kelebihan karya bidang adalah proyek yang dilakukan akan memudahkan mahasiswa untuk diterima dalam industri karena memiliki portofolio.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Penulis: Kumala Puspa Ningrum<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Reporter: Salsabila Febryanti<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Editor: Langgeng Irma Salugiasih<\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Sumber : Salsabila Febryanti\u00a0 Semarang &#8211; Sabtu, 23 April 2022 telah diadakan acara bedah skripsi dan karya bidang oleh Program Studi Ilmu Komunikasi. Acara ini dibuka oleh Nesya Alyalina Dita selaku MC, dilanjutkan dengan sambutan dari S. Rouli Manalu Ph.D selaku Ketua Program Studi S1 Ilmu Komunikasi.\u00a0 Bedah skripsi dan karya bidang merupakan salah satu [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":3,"featured_media":9802,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_et_pb_use_builder":"","_et_pb_old_content":"","_et_gb_content_width":"","footnotes":""},"categories":[1,45],"tags":[],"class_list":["post-9801","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita-id","category-kegiatan-id"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/komunikasi.fisip.undip.ac.id\/v1\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/9801","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/komunikasi.fisip.undip.ac.id\/v1\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/komunikasi.fisip.undip.ac.id\/v1\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/komunikasi.fisip.undip.ac.id\/v1\/wp-json\/wp\/v2\/users\/3"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/komunikasi.fisip.undip.ac.id\/v1\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=9801"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/komunikasi.fisip.undip.ac.id\/v1\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/9801\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":9803,"href":"https:\/\/komunikasi.fisip.undip.ac.id\/v1\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/9801\/revisions\/9803"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/komunikasi.fisip.undip.ac.id\/v1\/wp-json\/wp\/v2\/media\/9802"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/komunikasi.fisip.undip.ac.id\/v1\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=9801"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/komunikasi.fisip.undip.ac.id\/v1\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=9801"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/komunikasi.fisip.undip.ac.id\/v1\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=9801"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}