{"id":9459,"date":"2021-10-14T07:01:28","date_gmt":"2021-10-14T07:01:28","guid":{"rendered":"https:\/\/komunikasi.fisip.undip.ac.id\/v1\/?p=9459"},"modified":"2021-10-14T07:01:28","modified_gmt":"2021-10-14T07:01:28","slug":"kelas-online-santai-kompas-tv-proses-di-balik-sebuah-konten","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/komunikasi.fisip.undip.ac.id\/v1\/id\/2021\/10\/14\/kelas-online-santai-kompas-tv-proses-di-balik-sebuah-konten\/","title":{"rendered":"Kelas Online Santai Kompas TV: Proses di Balik Sebuah Konten"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: center;\"><span style=\"font-weight: 400;\">(Poster kelas <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">online <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">Santai Kampus Kompas TV)<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Semarang\u2014<\/span><b>Departemen Ilmu Komunikasi<\/b> <b>Universitas Diponegoro <\/b><span style=\"font-weight: 400;\">bekerja sama dengan Kompas TV dalam menyelenggarakan sebuah acara<\/span> <span style=\"font-weight: 400;\">yang bertajuk Kelas Online Santai: Proses di Balik Sebuah Konten, Program Kompas TV serta Kiat Menjadi News Anchor Andal. Bersama dengan Getar Jagatraya (Creative Team Pijaru) dan Edy Khemod (Creative Director Cerahati(, mahasiswa mempelajari bagaimana mengubah ide menjadi sebuah karya berupa video sederhana yang dapat memikat penonton.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><b>Mengubah Ide Menjadi Sebuah Karya<\/b><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Pada sesinya, Getar Jagatraya mengungkapkan bahwa mengubah sebuah ide menjadi karya sama dengan mempertanyakan sesuatu yang kasat mata, tetapi harus dijabarkan. Karya yang bertajuk audiovisual biasanya akan dimulai dari sebuah ide yang terlintas. Getar juga menjelaskan terdapat beberapa sumber yang bisa digunakan untuk memunculkan sebuah ide. Sumber pertama yakni melalui referensi (audio dan visual).\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cKalau saya pribadi, ide itu datang dari pengalaman. Selain itu, banyak referensi-referensi, baik itu musik, video, gambar, atau foto yang bersinggungan dengan kehidupan kita. Secara tidak sadar, semua ini terekam di memori teman-teman dan akan muncul saat kita membuat karya secara sadar maupun tidak sadar,\u201d ungkapnya.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Kedua, menggunakan Teori What If yang dapat digunakan untuk memancing ide yang lebih menarik dan unik yang telah muncul dalam pikiran seseorang. Dan cara terakhir, berdiskusi.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cIde itu mirip Jelangkung. Jadi, datang <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">ga<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> dijemput, pulang lupa dicatat. Sebisa mungkin kalau ide itu datang, teman-teman langsung catat. Terkadang ide itu datang karena pengalaman teman-teman terpancing. Ide yang masih mentah ini dengan menggunakan referensi, diskusi, dan Teori What If, dapat memperkaya ide kalian dari yang biasa menjadi luar biasa,\u201d tandas Getar.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><b>Membuat Video Menarik Perhatian dengan Biaya Rendah dan Teknis Sederhana<\/b><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Cerahati dimulai dari sekelompok mahasiswa seni penggiat audiovisual di Kota Bandung pada awal tahun 2000-an dan hingga kini masih menggeluti dunia musik video. Masa di mana peralatan masih terbatas dan industrinya masih tersentralisasi di Jakarta, saat itu mereka bermain karya tanpa dana dan hanya mengandalkan berbagai hal sederhana. Terbukti, tanpa adanya bujet memadai, karya pertama video musik Mocca \u2018Me &amp; My Boyfriend\u2019 memenangkan MTV video music award tahun 2003.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Edy Khemod menjelaskan ada beberapa cara yang digunakan agar video dapat tetap menarik perhatian walaupun bujet<\/span> <span style=\"font-weight: 400;\">rendah dan teknisnya sederhana.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><i><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cMenurut<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> saya, salah satunya adalah <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">shock value<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">. Jadi, video musik dengan trik animasi dan permainan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">editing<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">, tidak lazim pada saat itu. <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Shock value <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">dapat diterapkan tergantung konteks di masa kini,\u201d imbuhnya.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Kedua, <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">experiment<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">. Motivasi untuk dapat bereksperimen dan mengembangkan video menjadi karya yang unik merupakan hal yang dapat dilakukan. Terus belajar membuat video tentu lebih baik dibanding tidak berbuat sama sekali. <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Nothing to lose.<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> semua dapat dicoba terus-menerus.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Terakhir ada <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">deviation from<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">; mendobrak <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">status quo<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> seakan-akan kualitas dan estetika video harus ada standar tertentu. Manusia dapat terbantu dengan munculnya MTV salah satunya dengan membuka kesempatan untuk segala konten masuk. Hingga pada akhirnya, audiens yang terpapar dapat mengetahui keberadaan kita.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Selain menjelaskan cara membuat video yang menarik dengan biaya murah dan teknis sederhana, Edy juga menjelaskan tiga dasar gaya musik video, yaitu <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">performance <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">(<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">video band<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> atau penyanyi manggung); <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">narratives <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">(ada jalan cerita yang menemami musiknya); dan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">visual sensation <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">(menampilkan video yang sesuai dengan musiknya). Untuk mengembangkan kreativitas, kita dapat melakukan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">mix and match <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">di terhadap ketiga gaya musik video ini.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Lebih lanjut, menurutnya, arti mencari ide adalah membebaskan diri dari sesuatu yang konvensional. Untuk melepaskan diri dari hal-hal biasa, Edy juga memberikan beberapa tips yang dapat digunakan untuk menemukan sebuah ide, antara lain\u00a0 dengan melihat sebuah masalah dari kacamata yang berbeda; berpikir positif; observasi; menghubungkan cerita atau <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">connecting the dots<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">; <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">ask question<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> (menggunakan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">What If<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">);\u00a0 jangan takut tampak bodoh; dan berani mencoba hal baru.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Penulis: Sanita Sitinjak<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Reporter: Jesicca Inez<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Editor: Annisa Qonita Andini<\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>(Poster kelas online Santai Kampus Kompas TV) Semarang\u2014Departemen Ilmu Komunikasi Universitas Diponegoro bekerja sama dengan Kompas TV dalam menyelenggarakan sebuah acara yang bertajuk Kelas Online Santai: Proses di Balik Sebuah Konten, Program Kompas TV serta Kiat Menjadi News Anchor Andal. Bersama dengan Getar Jagatraya (Creative Team Pijaru) dan Edy Khemod (Creative Director Cerahati(, mahasiswa mempelajari [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":3,"featured_media":9460,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_et_pb_use_builder":"","_et_pb_old_content":"","_et_gb_content_width":"","footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-9459","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita-id"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/komunikasi.fisip.undip.ac.id\/v1\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/9459","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/komunikasi.fisip.undip.ac.id\/v1\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/komunikasi.fisip.undip.ac.id\/v1\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/komunikasi.fisip.undip.ac.id\/v1\/wp-json\/wp\/v2\/users\/3"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/komunikasi.fisip.undip.ac.id\/v1\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=9459"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/komunikasi.fisip.undip.ac.id\/v1\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/9459\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":9461,"href":"https:\/\/komunikasi.fisip.undip.ac.id\/v1\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/9459\/revisions\/9461"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/komunikasi.fisip.undip.ac.id\/v1\/wp-json\/wp\/v2\/media\/9460"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/komunikasi.fisip.undip.ac.id\/v1\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=9459"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/komunikasi.fisip.undip.ac.id\/v1\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=9459"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/komunikasi.fisip.undip.ac.id\/v1\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=9459"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}