{"id":9219,"date":"2021-08-12T02:28:11","date_gmt":"2021-08-12T02:28:11","guid":{"rendered":"https:\/\/komunikasi.fisip.undip.ac.id\/v1\/?p=9219"},"modified":"2021-08-12T02:29:30","modified_gmt":"2021-08-12T02:29:30","slug":"rasakan-atmosfer-belajar-di-luar-kampus-asal-simak-sistem-konversi-sks-program-kampus-merdeka","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/komunikasi.fisip.undip.ac.id\/v1\/id\/2021\/08\/12\/rasakan-atmosfer-belajar-di-luar-kampus-asal-simak-sistem-konversi-sks-program-kampus-merdeka\/","title":{"rendered":"Rasakan Atmosfer Belajar di Luar Kampus Asal, Simak Sistem Konversi SKS Program Kampus Merdeka"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: center;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Logo Kampus Merdeka. Sumber: KalderaNews.com<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><b>Semarang<\/b><span style=\"font-weight: 400;\"> &#8211; Program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) tampak menarik atensi sebagian besar mahasiswa <\/span><b>Ilmu Komunikasi<\/b> <b>Universitas Diponegoro<\/b><span style=\"font-weight: 400;\"> untuk turut berpartisipasi di dalamnya.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Pada kesempatan inilah mahasiswa dapat merasakan atmosfer belajar di luar perguruan tinggi asal selama kurang lebih satu semester. Kegiatan mahasiswa dalam program MBKM selama rentang waktu tersebut rupanya dapat dikonversikan menjadi satuan kredit semester (SKS) di perguruan tinggi asal.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Dalam rangka memberikan arahan seputar sistem pengonversian SKS secara mendetail, pihak Program Studi <\/span><b>Ilmu Komunikasi<\/b> <b>Universitas Diponegoro<\/b><span style=\"font-weight: 400;\"> berinisiatif menyelenggarakan \u201cInfo <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Session<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">: Merdeka Belajar\u201d pada Selasa (3\/8) secara daring melalui platform Microsoft Teams. Segenap dosen dan mahasiswa yang diterima dalam program Merdeka Belajar pun turut menghadiri Info <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Session<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> ini.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><b>Kriteria Penilaian Program Magang Kampus Merdeka<\/b><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Rouli Manalu selaku Kepala Program Studi <b>Ilmu Komunikasi<\/b> <b>Undip <\/b>menyatakan bahwa kredit yang dapat dikonversikan oleh program magang MBKM maksimal sebanyak 20-21 SKS.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cSetiap mahasiswa yang mengikut Program Magang Merdeka Belajar akan diberikan surat keterangan yang menjelaskan mengenai konversi nilai. Mereka akan dibimbing oleh satu pihak dari perusahaan (supervisor) dan satu pihak dari kampus selama satu semester,\u201d jelas Rouli.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Beliau juga turut menyampaikan bahwa segala bentuk administrasi pembelajaran harus diserahkan mahasiswa dalam bentuk <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">logbook<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> kegiatan harian yang meliputi <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">output<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> kegiatan mingguan, laporan bulanan, <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">output<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> bulanan, serta laporan akhir kepada perusahaan. Lalu, kepada universitas asal, mahasiswa diwajibkan melakukan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">reading<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> mingguan dan tugas <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">review<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> mingguan yang akan di-<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">submit<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> di platform kuliah online<\/span> <span style=\"font-weight: 400;\">(Kulon) <\/span><b>Undip<\/b><span style=\"font-weight: 400;\">.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Lebih lanjut, Rouli menyampaikan bobot penilaian magang yang dibagi menjadi 50% dari pihak kampus (dalam bentuk tugas di Kulon) serta 50% dari perusahaan mitra selaku pembimbing magang. Perusahaan mitra berwenang untuk mengusulkan kriteria seperti apa yang akan dijadikan penilaian. Perusahaan mitra serta pihak kampus kemudian akan berdiskusi lebih lanjut sehingga ditemukan kesepakatan akhir kriteria penilaian.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cKita berkepentingan untuk melakukan penilaian kualitas apa yang kalian lakukan di luar kampus sebagai nilai untuk kalian serta mengetahui apa saja yang kalian lakukan. Ini disebabkan kampus yang akan memberikan gelar sarjana, bukan tempat kalian magang. Oleh karena itu, kampus harus mengetahui apa yang kalian lakukan,\u201d ungkap Rouli.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><b>Sistem Konversi SKS Program Kampus Mengajar Merdeka Belajar<\/b><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Walaupun Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Ditjen Dikti) mengatakan bahwa 20 SKS dapat dikonversi dari program ini, pihak program studi menyatakan bahwa yang dapat dikonversi hanyalah maksimal 9 SKS.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">\u201c<\/span><b>Ilmu Komunikasi Undip<\/b><span style=\"font-weight: 400;\"> tidak berfokus pada lulusan yang dapat mengajar, tetapi <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">journalism and PR strategic<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">. Maka, kampus hanya bisa mengonversikan 9 SKS saja, berbeda dengan pendidikan keguruan ataupun jurusan lain yang memang <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">intern<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> di bidang mengajar ini, mungkin bisa dikonversikan lebih banyak SKS,\u201d jelas Rouli.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Untuk sistem penilaian pun akan menyerupai sistem penilaian magang di mana terdapat beberapa kriteria yang telah ditetapkan oleh pihak kampus.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><b>Kegiatan Pertukaran Mahasiswa serta Kewirausahaan<\/b><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Memasuki tahun kedua dalam kuliah, angkatan 2020 dapat pula berpartisipasi dalam kegiatan Merdeka Belajar pada program Pertukaran Mahasiswa Merdeka Belajar (antarinstitusi) serta Kewirausahaan (non-institusi).<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Dalam program Pertukaran Mahasiswa, peserta akan memilih mata kuliah di jurusan perguruan tinggi penerima, tetapi pihak prodi menyampaikan bahwa mata kuliah yang diambil haruslah memiliki kemiripan dengan mata kuliah di Undip agar bisa dikonversi.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cJika memilih mata kuliah di perguruan tinggi penerima tetapi tidak ada kesamaan mata kuliah di program studi, maka itu tidak bisa diakui dan tentu tidak dapat dikonversi ke SKS,\u201d ungkap Rouli.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Oleh karena itu, perguruan tinggi penerima perlu memberikan rencana pembelajaran semester (RPS) agar pihak perguruan tinggi asal dapat melihat secara terperinci pembelajarannya sehingga dapat ditentukan apakah bisa dikonversi atau tidak. Berbeda halnya dengan mengonversi untuk mata kuliah pilihan yang sekiranya akan lebih fleksibel.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><b>Pengajuan Proposal untuk<\/b> <b>Konversi Kredit<\/b><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Mahasiswa yang mengikuti program Magang Merdeka Belajar serta Kampus Mengajar diharuskan untuk menyerahkan proposal mengenai kegiatan beserta mata kuliah yang ingin diajukan dalam kredit konversi nilai. Setelah itu, setiap mahasiswa yang mengikuti program tersebut akan diberikan surat keterangan mengenai mata kuliah yang akan dikonversikan nanti.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cHal ini juga berlaku bagi mahasiswa pada program Pertukaran Mahasiswa Merdeka Belajar, yaitu memberikan informasi mata kuliah yang didapatkan dari mitra kampus kepada pihak prodi,\u201d pungkas Rouli.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Penulis: Almira Khairunnisa<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Reporter: Sanita Sitinjak\/Salsabila Febryanti<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Editor: Annisa Qonita Andini<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Logo Kampus Merdeka. Sumber: KalderaNews.com Semarang &#8211; Program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) tampak menarik atensi sebagian besar mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas Diponegoro untuk turut berpartisipasi di dalamnya.\u00a0 Pada kesempatan inilah mahasiswa dapat merasakan atmosfer belajar di luar perguruan tinggi asal selama kurang lebih satu semester. Kegiatan mahasiswa dalam program MBKM selama rentang waktu tersebut [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":3,"featured_media":9220,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_et_pb_use_builder":"","_et_pb_old_content":"","_et_gb_content_width":"","footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-9219","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita-id"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/komunikasi.fisip.undip.ac.id\/v1\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/9219","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/komunikasi.fisip.undip.ac.id\/v1\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/komunikasi.fisip.undip.ac.id\/v1\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/komunikasi.fisip.undip.ac.id\/v1\/wp-json\/wp\/v2\/users\/3"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/komunikasi.fisip.undip.ac.id\/v1\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=9219"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/komunikasi.fisip.undip.ac.id\/v1\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/9219\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":9222,"href":"https:\/\/komunikasi.fisip.undip.ac.id\/v1\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/9219\/revisions\/9222"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/komunikasi.fisip.undip.ac.id\/v1\/wp-json\/wp\/v2\/media\/9220"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/komunikasi.fisip.undip.ac.id\/v1\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=9219"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/komunikasi.fisip.undip.ac.id\/v1\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=9219"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/komunikasi.fisip.undip.ac.id\/v1\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=9219"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}