{"id":9179,"date":"2021-07-21T06:05:04","date_gmt":"2021-07-21T06:05:04","guid":{"rendered":"https:\/\/komunikasi.fisip.undip.ac.id\/v1\/?p=9179"},"modified":"2021-07-21T06:14:31","modified_gmt":"2021-07-21T06:14:31","slug":"diskusi-jurnalistik-dan-peluncuran-hasil-riset-mengapa-ada-banyak-mahasiswi-jurnalistik-tetapi-hanya-sedikit-jurnalis-perempuan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/komunikasi.fisip.undip.ac.id\/v1\/id\/2021\/07\/21\/diskusi-jurnalistik-dan-peluncuran-hasil-riset-mengapa-ada-banyak-mahasiswi-jurnalistik-tetapi-hanya-sedikit-jurnalis-perempuan\/","title":{"rendered":"Diskusi Jurnalistik dan Peluncuran Hasil Riset: Mengapa Ada Banyak Mahasiswi Jurnalistik,  tetapi Hanya Sedikit Jurnalis Perempuan?"},"content":{"rendered":"<p>&nbsp;<\/p>\n<table style=\"border-collapse: collapse; width: 100%;\">\n<tbody>\n<tr>\n<td style=\"width: 50%;\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignnone size-full wp-image-9180\" src=\"https:\/\/komunikasi.fisip.undip.ac.id\/v1\/wp-content\/uploads\/2021\/07\/Banner-Riset-1.jpg\" alt=\"\" width=\"1024\" height=\"1024\" srcset=\"https:\/\/komunikasi.fisip.undip.ac.id\/v1\/wp-content\/uploads\/2021\/07\/Banner-Riset-1.jpg 1024w, https:\/\/komunikasi.fisip.undip.ac.id\/v1\/wp-content\/uploads\/2021\/07\/Banner-Riset-1-980x980.jpg 980w, https:\/\/komunikasi.fisip.undip.ac.id\/v1\/wp-content\/uploads\/2021\/07\/Banner-Riset-1-480x480.jpg 480w\" sizes=\"(min-width: 0px) and (max-width: 480px) 480px, (min-width: 481px) and (max-width: 980px) 980px, (min-width: 981px) 1024px, 100vw\" \/><\/td>\n<td style=\"width: 50%;\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignnone size-full wp-image-9182\" src=\"https:\/\/komunikasi.fisip.undip.ac.id\/v1\/wp-content\/uploads\/2021\/07\/Banner-Riset-2.jpg\" alt=\"\" width=\"1024\" height=\"1024\" srcset=\"https:\/\/komunikasi.fisip.undip.ac.id\/v1\/wp-content\/uploads\/2021\/07\/Banner-Riset-2.jpg 1024w, https:\/\/komunikasi.fisip.undip.ac.id\/v1\/wp-content\/uploads\/2021\/07\/Banner-Riset-2-980x980.jpg 980w, https:\/\/komunikasi.fisip.undip.ac.id\/v1\/wp-content\/uploads\/2021\/07\/Banner-Riset-2-480x480.jpg 480w\" sizes=\"(min-width: 0px) and (max-width: 480px) 480px, (min-width: 481px) and (max-width: 980px) 980px, (min-width: 981px) 1024px, 100vw\" \/><\/td>\n<\/tr>\n<\/tbody>\n<\/table>\n<p style=\"text-align: center;\"><i><span style=\"font-weight: 400;\">Banner <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">acara diskusi dan peluncuran hasil riset \u201cMengapa Ada Banyak Mahasiswi Jurnalistik tetapi Hanya Sedikit Jurnalis Perempuan?\u201d (Gambar: Instagram Remotivi)<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Semarang \u2014 Tim Peneliti Undip, UGM, Unpad dan Remotivi menyelenggarakan Diskusi dan Peluncuran Hasil Riset dengan tajuk \u201cMengapa Ada Banyak Mahasiswa Jurnalistik tetapi Hanya Sedikit Jurnalis Perempuan?\u201d melalui <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">platform<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> Zoom Meeting dan dihadiri \u00b1 400 partisipan pada Sabtu (10\/7\/2021) lalu. Penelitian yang diselenggarakan ini bertujuan untuk memicu perubahan positif pada ekosistem jurnalistik yang ramah bagi perempuan. Acara dibuka oleh Dr. Lintang Ratri sebagai moderator dengan mengumumkan pembicara yang akan memaparkan hasil riset.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Dalam sesi pertama diisi oleh tiga pembicara utama, antara lain M. Heychael, M.Si (Peneliti Remotivi), Dr. Nurul Hasfi (Peneliti dan Pengajar Jurnalistik Undip), serta Dr. Eriyanto (Peneliti dan Pengajar Ilmu Komunikasi UI). Ketiganya diberi kesempatan untuk memaparkan hasil riset selama 15 menit. Sesi kedua dilanjutkan dengan pemberian tanggapan terkait hasil riset yang telah dipaparkan oleh Evi Mariani, MSc (Pemimpin Redaksi Project Multatuli, Anggota AJI Bidang Gender, Anak, dan Marjinal) dan Dr. Irwa R. Zarkasi (Dekan FISIP UAI\/ASPIKOM)<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><b>Latar Belakang dan Metode Pelaksanaan Riset\u00a0<\/b><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Sesi pemaparan hasil riset dibuka oleh M. Heychael, M.Si., selaku Peneliti Remotivi. Beliau mengatakan bahwa riset ini dilatarbelakangi karena representasi perempuan di media bermasalah, salah satu di antaranya yakni hanya ada 10% jurnalis perempuan dari total seluruh jurnalis di Indonesia. Hasil ini diperoleh melalui metode penelitian dengan melakukan survei pada mahasiswa peminatan jurnalistik yang menduduki semester akhir di Universitas Diponegoro, Universitas Indonesia, Universitas Padjadjaran, dan Universitas Gadjah Mada. Melalui survei tersebut, ditemukan ketertarikan mahasiswi maupun mahasiswa sebagai jurnalis relatif rendah.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><b>Mengapa Mahasiswi Kurang Tertarik dengan Jurnalistik<\/b><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Pembicara kedua membawa topik \u201cMengapa Mahasiswa Kurang Tertarik dengan Jurnalistik\u201d yaitu Dr. Nurul Hasfi, selaku Peneliti dan Pengajar Jurnalistik Undip. Didasarkan pada <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Social Cognitive Career Theory<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> (SCCT), keputusan karier mahasiswi dalam memilih jurnalis sebagai profesi akhir dipengaruhi oleh faktor efikasi diri dan ekspektasi hasil. Ekspektasi pandangan positif, seorang jurnalis dapat memiliki privilese dan jaringan. Akan tetapi, terdapat pandangan negatif dalam konteks jenjang karier yang tidak pasti dan gaji yang tidak terlalu besar.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cPada faktor efikasi diri, mahasiswi percaya dapat menjadi jurnalis, tetapi kurang percaya diri dapat menduduki puncak karier karena adanya stereotip kultural budaya patriarki, di mana perempuan cenderung berkarier dalam pekerjaan domestik dan stereotip perempuan yang mengedepankan perasaan. Makanya banyak mahasiswi yang kurang tertarik dengan jurnalistik,\u201d ujar Nurul.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><b>Bagaimana Pola Keputusan Karier Mahasiswi?<\/b><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Peneliti dan Pengajar Ilmu Komunikasi UI, Dr. Eriyanto. Memaparkan bahwa efikasi diri mahasiswi yang yakin dirinya dapat berhasil jika menjadi jurnalis setelah lulus kuliah, akan menentukan ekspektasi hasil. Efikasi diri yang terbentuk dalam mahasiswi dipengaruhi oleh kompetensi dan pengalaman belajar mereka selama kuliah. Dalam pengalaman magang, beberapa mahasiswi menyampaikan bahwa perlakuan kepada perempuan dan laki-laki berbeda dalam peliputan, di mana perempuan cenderung ditugaskan untuk meliput berita yang soft, seperti hiburan. Selain itu, adanya beberapa mahasiswi magang yang mengalami pelecehan secara seksual ketika meliput isu-isu politik.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><b>Tanggapan Mengenai Hasil Riset yang Telah Dipaparkan<\/b><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Evi Mariani, M.Sc., selaku Pemimpin Redaksi Project Multatuli, Anggota AJI Bidang Gender, Anak, dan Marjinal, menyampaikan bahwa efikasi diri yang menganggap profesi jurnalis sebagai <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">property masculine<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">, membuat perempuan kurang percaya diri untuk terjun di bidang profesi yang dianggap maskulin. Ketika ingin mempromosikan seorang jurnalis perempuan, pimpinan diharapkan melakukan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">affirmation action<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">, yaitu akan memilih berdasarkan kemampuan dan kemauan, tanpa melihat gender. Dengan demikian, dibutuhkan sebuah <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">support system<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> dari pihak perempuan dan yang lainnya agar jurnalis perempuan dapat bertahan di dunia industri media. Survei yang dilakukan mengenai minat mahasiswa, baik perempuan dan laki-laki memang menurun dalam memilih profesi jurnalis sebagai jenjang karier mereka.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Tanggapan kedua datang dari Dekan FISIP UAI\/ASPIKOM, Dr. Irwa R. Zarkasi. \u201cSudahkah kurikulum dan dosen-dosen yang mengajar jurnalistik maupun mata kuliah terkait sudah mengajarkan mengenai jurnalistik gender?\u201d tanya Irwa.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Ia menyampaikan hal tersebut agar mahasiswa dipersiapkan untuk memiliki perspektif mengenai jurnalistik gender, baik dari pihak lembaga jurnalistik, asosiasi, perguruan tinggi, maupun industri dapat bekerja sama dalam memperbaiki wawasan perkembangan jurnalistik agar bisa diajarkan di dalam kurikulum perkuliahan.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><b>Kesimpulan Hasil Diskusi dan Peluncuran Hasil Riset<\/b><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Ekspektasi dari mahasiswa dan mahasiswi banyak dipengaruhi oleh pengalaman magang yang dilaksanakan. Perlakuan dan semua pembelajaran yang didapatkan pada saat magang akan menentukan keputusan akhir mahasiswi dalam memilih.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Selain penentuan secara personal, kampus juga dapat memberikan dukungan kepada mahasiswi dengan cara memperkuat efikasi diri perempuan dan upaya penghapusan kekerasan pada jurnalistik wanita. Pun industri media dapat membenahi lingkungan kerja dengan menciptakan budaya kerja dan ruang yang sensitif gender. Ini bertujuan agar jurnalis perempuan tetap dapat bertahan di dunia industri media.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Penulis: Sanita Sitinjak<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Reporter: Dinda Khansa Berlian \/Salsabila Febryanti<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Editor: Annisa Qonita Andini<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>&nbsp; Banner acara diskusi dan peluncuran hasil riset \u201cMengapa Ada Banyak Mahasiswi Jurnalistik tetapi Hanya Sedikit Jurnalis Perempuan?\u201d (Gambar: Instagram Remotivi) Semarang \u2014 Tim Peneliti Undip, UGM, Unpad dan Remotivi menyelenggarakan Diskusi dan Peluncuran Hasil Riset dengan tajuk \u201cMengapa Ada Banyak Mahasiswa Jurnalistik tetapi Hanya Sedikit Jurnalis Perempuan?\u201d melalui platform Zoom Meeting dan dihadiri \u00b1 [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":3,"featured_media":9180,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_et_pb_use_builder":"","_et_pb_old_content":"","_et_gb_content_width":"","footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-9179","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita-id"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/komunikasi.fisip.undip.ac.id\/v1\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/9179","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/komunikasi.fisip.undip.ac.id\/v1\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/komunikasi.fisip.undip.ac.id\/v1\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/komunikasi.fisip.undip.ac.id\/v1\/wp-json\/wp\/v2\/users\/3"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/komunikasi.fisip.undip.ac.id\/v1\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=9179"}],"version-history":[{"count":4,"href":"https:\/\/komunikasi.fisip.undip.ac.id\/v1\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/9179\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":9187,"href":"https:\/\/komunikasi.fisip.undip.ac.id\/v1\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/9179\/revisions\/9187"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/komunikasi.fisip.undip.ac.id\/v1\/wp-json\/wp\/v2\/media\/9180"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/komunikasi.fisip.undip.ac.id\/v1\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=9179"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/komunikasi.fisip.undip.ac.id\/v1\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=9179"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/komunikasi.fisip.undip.ac.id\/v1\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=9179"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}