{"id":9049,"date":"2021-06-08T06:29:58","date_gmt":"2021-06-08T06:29:58","guid":{"rendered":"https:\/\/komunikasi.fisip.undip.ac.id\/v1\/?p=9049"},"modified":"2021-06-08T06:31:52","modified_gmt":"2021-06-08T06:31:52","slug":"departemen-ilmu-komunikasi-ajak-jaga-lingkungan-dengan-konten-video","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/komunikasi.fisip.undip.ac.id\/v1\/id\/2021\/06\/08\/departemen-ilmu-komunikasi-ajak-jaga-lingkungan-dengan-konten-video\/","title":{"rendered":"Departemen Ilmu Komunikasi Ajak Jaga Lingkungan dengan Konten Video"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: center;\">Poster webinar berjudul \u201cTelaah Konten Video Persuasi Tentang Lingkungan Hidup Untuk Remaja\u201d oleh Program Pengabdian masyarakat <b>Ilmu Komunikasi<\/b> <b>Universitas Diponegoro<\/b>. (Foto : Pribadi).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">SEMARANG \u2013 Program Pengabdian masyarakat <b>Ilmu Komunikasi<\/b> <b>Universitas Diponegoro<\/b> sukses menyelenggarakan webinar bertajuk \u201cTelaah Konten Video Persuasi Tentang Lingkungan Hidup Untuk Remaja\u201d, Jumat, 4\/6\/2021 lalu. Webinar ini menghadirkan Dr. Yanuar Luqman dan Muhammad Bayu Widagdo, M.I.Kom, yang keduanya merupakan dosen <b>Ilmu Komunikasi<\/b> <b>Universitas Diponegoro<\/b>.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Diskusi yang berlangsung kurang lebih 3 jam dengan dihadiri hingga 80 peserta ini membahas isu lingkungan dan konten video sebagai bentuk persuasinya. Terbagi dalam dua sesi, webinar ini bukan hanya berbagi soal teknis, tetapi juga pencerahan bagaimana isu lingkungan mesti jadi perhatian umat manusia, utamanya kalangan muda.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><b>\u00a0Jendela Multimedia Lingkungan Hidup<\/b><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Pada sesi pertama, Dr. Yanuar Luqman menyatakan Generasi Z cenderung peduli akan isu lingkungan, utamanya krisis iklim. Yanuar juga membawa nama Gretta Thunberg, perempuan muda asal Amerika Serikat yang garang menyuarakan isu krisis iklim sebagai <i>role model<\/i>.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cMenurut penelitian, responden dari Generasi Z menempatkan perubahan iklim sebagai masalah lingkungan yang vital, dilanjutkan polusi, dan terakhir terorisme,\u201d kata Yanuar.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Yanuar juga menyoroti bagaimana lingkungan hidup di Indonesia memiliki masalah yang kompleks. Bahkan menurutnya, masalah lingkungan juga dihadirkan oleh pemerintah sendiri dalam hal eksploitasi alam demi kepentingan tertentu.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cHarus disadari bahwa banyak masalah lingkungan hidup; krisis iklim, polusi, standar hidup buruk, sebagai analogi jendela di mana pemerintah memiliki kekuatan lebih untuk mengeksploitasi alam bagi kepentingan mereka sendiri,\u201d jelas Yanuar.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Menjelang akhir sesi, Yanuar menegaskan peranan persuasi dan literasi menjadi vital untuk isu ini. Persuasi menurutnya pendekatan yang paling baik dan tepat untuk membangun kesadaran.\u00a0 \u201cPerlu digarisbawahi, konteks yang harus dibangun adalah kesadaran,\u201d terangnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Sementara soal literasi, menurutnya orang yang melek lingkungan mampu memahami serta menafsirkan kesehatan sistem lingkungan dan mengambil tindakan yang tepat. Pun juga akan membubuhkan rasa optimis dan potensi lainnya menyoal isu lingkungan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cInilah wajah kita, keadaan kita sekarang, keadaan di luar teman-teman mungkin yang belum tahu sekaligus potensi dan optimisme yang bisa diraih dari masalah lingkungan,\u201d timpalnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Yanuar menutup dengan pernyataan bahwa literasi dan persuasi cukup efektif melalui konten video seperti dokumenter dan semacamnya. \u201cVideo atau film bisa dijadikan bahan karena memiliki tema lingkungan, yaitu Diam dan Dengarkan (dokumenter di tengah pandemi),\u201d pungkasnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><b>Menyelidik Konten Video<\/b><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Sesuai dengan judul webinar, sesi yang diisi Muhammad Bayu Widagdo, M.I.Kom ini menguliti bagaimana menelaah konten video, khususnya dalam tema lingkungan. Dalam pemaparan awalnya, Bayu mengatakan perlu adanya kecermatan dalam mengonsumsi konten video, Bayu juga menganjurkan agar lebih selektif dalam memilih konten.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cOrang belajar tata kamera, videografi, perlu latihan khusus untuk mengambil suatu objek. Dengan demikian, diperlukan kecermatan juga dalam menonton konten video. Harus lebih selektif dalam memilih dan menentukan konten yang ditonton,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Dalam membuat konten lingkungan, Bayu memvitalkan konsep yang matang, validitas data, argumentasi yang mantap, dan pendistribusian pesan yang dibungkus apik.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cSelayaknya, mengedepankan aspek penting dan menarik pada konsep, kemudian berbasis data terbaru yang valid, argumentasi yang kuat, serta pengemasan pesan yang dikomunikasikan dengan menarik,\u201d katanya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Bayu menambahkan kurangnya perhatian pada aspek vital tadi membuat konten yang bertemakan lingkungan akan redup, bahkan berpotensi kalah dengan konten-konten nirfaedah.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cKurangnya pengetahuan mengenai data, isu, pengemasan ide, kemampuan produksi yang baik, dan cara mengomunikasikan yang kurang menarik hanya akan membuat video bertema lingkungan hidup menjadi kurang respons,\u201d tambahnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Perkembangan pesat teknologi dan munculnya pandemi, semakin membuat barang digital dekat dengan keseharian, Bayu berharap teknologi dapat menjadi corong untuk menebar kepekaan lingkungan, utamanya pada remaja.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cSekarang, teknologi semakin didekatkan dengan keseharian. Harapannya, remaja memiliki kepekaan terhadap lingkungan dan sadar bisa menyampaikan kepada teman lain bahwa telah diberi kemudahan berteknologi,\u201d tandasnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Webinar ini tak berhenti sampai sini. Sesi pengabdian <b>Departemen Ilmu Komunikasi <\/b>berikutnya direncanakan pada bulan Oktober mendatang yang bakal membahas tema lanjutan yakni Produksi Konten Video Persuasi Lingkungan Hidup.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Penulis : Luthfi Maulana Adhari<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Reporter : Kartika Conny Brilliant Dwikananda<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Editor : Dian Rahma Fika Alnina<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Poster webinar berjudul \u201cTelaah Konten Video Persuasi Tentang Lingkungan Hidup Untuk Remaja\u201d oleh Program Pengabdian masyarakat Ilmu Komunikasi Universitas Diponegoro. (Foto : Pribadi). SEMARANG \u2013 Program Pengabdian masyarakat Ilmu Komunikasi Universitas Diponegoro sukses menyelenggarakan webinar bertajuk \u201cTelaah Konten Video Persuasi Tentang Lingkungan Hidup Untuk Remaja\u201d, Jumat, 4\/6\/2021 lalu. Webinar ini menghadirkan Dr. Yanuar Luqman dan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":3,"featured_media":9050,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_et_pb_use_builder":"","_et_pb_old_content":"","_et_gb_content_width":"","footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-9049","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita-id"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/komunikasi.fisip.undip.ac.id\/v1\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/9049","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/komunikasi.fisip.undip.ac.id\/v1\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/komunikasi.fisip.undip.ac.id\/v1\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/komunikasi.fisip.undip.ac.id\/v1\/wp-json\/wp\/v2\/users\/3"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/komunikasi.fisip.undip.ac.id\/v1\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=9049"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/komunikasi.fisip.undip.ac.id\/v1\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/9049\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":9052,"href":"https:\/\/komunikasi.fisip.undip.ac.id\/v1\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/9049\/revisions\/9052"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/komunikasi.fisip.undip.ac.id\/v1\/wp-json\/wp\/v2\/media\/9050"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/komunikasi.fisip.undip.ac.id\/v1\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=9049"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/komunikasi.fisip.undip.ac.id\/v1\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=9049"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/komunikasi.fisip.undip.ac.id\/v1\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=9049"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}