{"id":6486,"date":"2021-01-19T03:39:38","date_gmt":"2021-01-19T03:39:38","guid":{"rendered":"https:\/\/komunikasi.fisip.undip.ac.id\/v1\/?p=6486"},"modified":"2021-01-19T03:39:38","modified_gmt":"2021-01-19T03:39:38","slug":"hayantara-2021-rookie-hmd-ilmu-komunikasi-undip-berbagi-kiat-sukses-kepada-pejuang-ptn","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/komunikasi.fisip.undip.ac.id\/v1\/id\/2021\/01\/19\/hayantara-2021-rookie-hmd-ilmu-komunikasi-undip-berbagi-kiat-sukses-kepada-pejuang-ptn\/","title":{"rendered":"Hayantara 2021, Rookie HMD Ilmu Komunikasi Undip Berbagi Kiat Sukses Kepada Pejuang PTN"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\">Semarang \u2013 Rookie <strong>HMD<\/strong> <strong>Ilmu Komunikasi<\/strong> <strong>Universitas Diponegoro<\/strong> sukses menyelenggarakan kegiatan webinar bertajuk Hayantara 2021 pada Jumat (15\/1). Mengusung tema <em>\u201cThe Pursuit of Higher Education\u201d<\/em> acara ini bertujuan menjelaskan strategi belajar efektif menghadapi SBMPTN, kiat memilih jurusan, dan juga motivasi bagi para pejuang Perguruan Tinggi Negeri (PTN) agar konsisten menjaga asa di masa pandemi.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Acara yang dilangsungkan secara virtual melalui platform Zoom Meetings ini menghadirkan tiga pembicara dengan latar belakang berbeda, yakni Yasmin Hana (Mahasiswa Fakultas Hukum UI\u00a0 2020), Alif Sudarmanta (Ketua Himpunan Fakultas Kedokteran <strong>Undip<\/strong> 2020), serta Fauzan Alrasyid (Senior Editor Rusia Beyond &amp; Mahasiswa S2 Linguistik Universitas Indonesia).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Strategi Belajar Efektif<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Dimoderatori oleh salah satu pemegang beasiswa XL Future Leader Batch 8, Marvel Tanara, webinar dimulai dengan pemaparanYasmin Hana yang berbagi tips dan trik belajar efektif. Di awal pemaparannya, Yasmin berpesan untuk dapat memanajemen produktivitas dalam mencapai tujuan yang diinginkan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cSebelum membahas lebih jauh, kita harus tahu makna produktivitas sendiri itu apa. Jangan sampai malah jadi <em>toxic productivity<\/em> yang bikin kita terlalu menyibukkan diri untuk mencapai tujuan kita, jadi lupa jaga kesehatan, kurang interaksi dengan keluarga,\u201d pesannya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Menurutnya, dalam menggapai kesuksesan dalam belajar, tiap individu mesti mengenal dirinya sendiri terlebih dahulu, mulai dari mematangkan tujuan, pemetaan diri, <em>trial and error,<\/em> evaluasi, menentukan indikator keberhasilan, hingga mempertahankan konsistensi. Yasmin mengajak pejuang PTN untuk bisa dapat mengembangkan kiat-kiat tersebut meskipun tidak pernah mudah.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cMemulai sesuatu itu mudah, mempertahankan atau bahkan mengembangkan yang justru sulit. Karena itu, <em>study smart<\/em> lebih penting daripada <em>study hard<\/em>,\u201d terang Yasmin.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Dinamika Perkuliahan dan Segudang Pengalamannya<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Pembicara kedua yang merupakan Ketua Himpunan FK <strong>Undip<\/strong>, Alif Sudarmanta fokus berbagi trik untuk bertahan di dunia perkuliahan dengan berbagai dinamikanya. Di hadapan kurang lebih 270 partisipan, Alif yang kini juga bekerja <em>part-time<\/em> di sebuah kedai kopi mengingatkan akademik dan non-akademik harus terus dikembangkan. Salah satu kiatnya adalah dengan menekankan pengembangan diri melalui <em>passion<\/em> sebagai kunci utama dalam mencapai tujuan di perkuliahan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cKetahui <em>passion<\/em> kalian, karena <em>passion<\/em> ini yang akan menuntun kita mencapai tujuan. Mencari <em>passion <\/em>bisa dengan mencoba hal-hal yang kita minati,\u201d ucapnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Alif juga berbagi tentang pelajaran-pelajaran yang didapat selama duduk di bangku perkuliahan, salah satunya berkaitan dengan relasi terhadap lingkungan dan dengan diri sendiri.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cPelajaran pertama yang didapat di kuliah adalah agar bisa berteman dengan orang lain, kita harus berteman dan berdamai dengan diri sendiri,\u201d tegasnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Salah satu partisipan yang tergabung, Wahyullah dalam sesi tanya jawab menanyakan tentang trik dan tips serta metode belajar untuk mencapai tujuan dalam perkuliahan. Menjawab pertanyaan tersebut, menurut Alif kombinasi kerja keras dan doa adalah kunci atas harapan dalam tujuan yang diinginkan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cCicil belajar, belajar bareng guru dan teman-teman, serta rangkum materi. Kerja keras dan doa. Kerja keras pasti memberikan hasil, walaupun <em>gak<\/em> tercapai pasti ada keberkahan. Kegagalan bukan berarti kita tidak layak,\u201d jawabnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Menghadapi Panasnya Seleksi Masuk PTN<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Pemaparan ketiga disampaikan oleh pembicara paling senior dalam webinar ini, yakni Fauzan Alrasyid yang merupakan Senior Editor Rusia Beyond &amp; Mahasiswa S2 Linguistik Universitas Indonesia. Fauzan membahas tentang strategi dalam menghadapi seleksi PTN, terutama tes UTBK sebagai barometer kelulusan SBMPTN. Fauzan menyarankan untuk belajar efektif dan menghiraukan kuantitas belajar melainkan kualitas yang didapatkan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cBelajar efektif, bukan soal kuantitas atau belajar paling lama. Tapi yang efektif mau 3 jam atau 4 jam terserah, semua orang punya kapasitas masing-masing. Jangan belajar suka-suka, harus tahu butuh belajar apa, masih lemah di mana, dan belajar secara sistematis.\u201d sarannya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Di kesempatan selanjutnya, Fauzan juga membagikan tips dalam mengerjakan ujian masuk PTN tersebut. Menurutnya, bagaimana individu memanajemen kepanikan adalah kemampuan vital dalam menghadapi tekanan dalam mengerjakan ujian.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cSebetulnya pada hari itu semua orang panik, kamu <em>gak<\/em> boleh merasa paling panik, karena sukses mengerjakan soal tergantung siapa yang paling bisa mengatur perasaan paniknya. Kerjakan soal yang lebih mudah dulu,\u201d jelasnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Di akhir pemaparannya, Fauzan memberikan kutipan darinya sebagai suntikan motivasi bagi pejuang PTN berupa kesimpulan segar dari webinar Hayantara 2021 tersebut.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\n<p style=\"text-align: justify;\">Yang berhasil masuk PTN itu bukan yang bisa, tapi yang bener-bener mau. Kamu cuma bisa dapatkan apa yang kamu berikan.\u201d \u2013Kak Fauzan<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\n<p style=\"text-align: justify;\">Reporter : Dinda Khansa Berlian, Sekar Ajeng Rengganis<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Penulis \u00a0\u00a0 : Luthfi Maulana Adhari<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\n<p style=\"text-align: justify;\">\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Semarang \u2013 Rookie HMD Ilmu Komunikasi Universitas Diponegoro sukses menyelenggarakan kegiatan webinar bertajuk Hayantara 2021 pada Jumat (15\/1). Mengusung tema \u201cThe Pursuit of Higher Education\u201d acara ini bertujuan menjelaskan strategi belajar efektif menghadapi SBMPTN, kiat memilih jurusan, dan juga motivasi bagi para pejuang Perguruan Tinggi Negeri (PTN) agar konsisten menjaga asa di masa pandemi. Acara [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":6487,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_et_pb_use_builder":"","_et_pb_old_content":"","_et_gb_content_width":"","footnotes":""},"categories":[1,117,45,122],"tags":[],"class_list":["post-6486","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita-id","category-hmd-komunikasi-id","category-kegiatan-id","category-kemahasiswaan-id"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/komunikasi.fisip.undip.ac.id\/v1\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/6486","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/komunikasi.fisip.undip.ac.id\/v1\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/komunikasi.fisip.undip.ac.id\/v1\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/komunikasi.fisip.undip.ac.id\/v1\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/komunikasi.fisip.undip.ac.id\/v1\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=6486"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/komunikasi.fisip.undip.ac.id\/v1\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/6486\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":6488,"href":"https:\/\/komunikasi.fisip.undip.ac.id\/v1\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/6486\/revisions\/6488"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/komunikasi.fisip.undip.ac.id\/v1\/wp-json\/wp\/v2\/media\/6487"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/komunikasi.fisip.undip.ac.id\/v1\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=6486"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/komunikasi.fisip.undip.ac.id\/v1\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=6486"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/komunikasi.fisip.undip.ac.id\/v1\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=6486"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}