{"id":6217,"date":"2020-12-01T04:41:49","date_gmt":"2020-12-01T04:41:49","guid":{"rendered":"https:\/\/komunikasi.fisip.undip.ac.id\/v1\/?p=6217"},"modified":"2020-12-15T03:28:51","modified_gmt":"2020-12-15T03:28:51","slug":"kuliah-umum-ilmu-komunikasi-undip-pentingnya-riset-bagi-perusahaan-profit","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/komunikasi.fisip.undip.ac.id\/v1\/id\/2020\/12\/01\/kuliah-umum-ilmu-komunikasi-undip-pentingnya-riset-bagi-perusahaan-profit\/","title":{"rendered":"Pentingnya Riset Bagi Perusahaan Profit"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\">Semarang &#8211; Kegiatan riset ternyata tidak hanya dibutuhkan oleh perusahaan non profit semata melainkan juga penting untuk perusahaan profit. Riset dapat membantu untuk mengetahui informasi serta kondisi pasar dan konsumen yang menjadi target. Informasi yang tepat tentang konsumen dapat dijadikan dasar dalam merancang strategi komunikasi produk dengan cara yang tepat pula. Seperti halnya yang dilakukan oleh Dwi Wahyu, MM selaku <em>Head of Consumer Insight <\/em>dari Kraft Heinz ABC<strong>. <\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Dalam kuliah umum yang diselenggarakan oleh <strong>Departemen Ilmu Komunikasi FISIP Undip<\/strong> pada Rabu (18\/11) lalu Wahyu memaparkan pentingnya riset bagi perusahaan. Sebelumnya Wahyu selalu mengunjungi berbagai tempat bahkan hingga ke pelosok daerah hanya untuk mencari tahu dan mengenal target konsumen. Wahyu telah bergelut di bidang <em>consumer insight <\/em>selama hampir 15 tahun.\u00a0 \u201cDulu orang menyebutnya adalah <em>marketing research<\/em> tapi poinnya adalah sama, bahwa gimana kita sebagai orang tuh tahu segala macam tentang <em>consumer<\/em>,\u201d jelas Wahyu<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Di hadapan kurang lebih 300 partisipan Wahyu mengungkapkan bahwa kondisi pandemi ini memang menghalanginya untuk berinteraksi langsung dengan konsumen tetapi tidak berarti bahwa ia tidak melakukan riset terhadap konsumen.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cYang rutin kita lakukan sebagai <em>consumer insight team<\/em> adalah kita melakukan <em>regular track<\/em> ke c<em>onsume<\/em>r, meskipun sekarang situasi lagi pandemi begini, saya tetap melakukannya lewat (aplikasi) zoom atau Microsoft teams, jadi saya ketemu dengan ibu-ibu di Medan, saya ngobrol,\u201d ungkapnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Pada kegiatan yang dimoderatori oleh Rouli Manalu Ph.D selaku Ketua Prodi <strong>S1 Ilmu Komunikasi Undip, <\/strong>Wahyu juga menambahkan aturan main yang terdapat di <em>consumer insight<\/em> itu sendiri.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cNah, di dalam dunia bisnis pasti akan selalu ada yang namanya masalah, meski posisinya sudah menjadi <em>market leader <\/em>sekalipun. Kita ada 5 tahapan yaitu mengidentifikasi masalah, menganalisis masalah, mencari solusi alternatif, mengimplementasikan solusi, dan yang terakhir adalah evaluasi,\u201d imbuhnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Pada kegiatan yang dilaksanakan secara daring melalui aplikasi Zoom tersebut Wahyu juga berbagi cerita mengenai pengalaman kegagalannya saat <em>launching <\/em>produk dua tahun yang lalu. Meskipun sudah melewati proses riset yang sangat panjang namun itu tidak cukup menjamin keberhasilan. Banyak data riset yang bahkan mengatakan bahwa persentase keberhasilan <em>launching <\/em>produk baru hanya 10% sampai 15% saja, 85% lainnya adalah potensi untuk gagal.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Lebih lanjut, Wahyu juga menyampaikan tahapan yang harus dilalui sebelum melakukan <em>launching <\/em>produk. \u201cJadi, semua tahapan nantinya selalu di <em>validate<\/em> ke konsumen, bukan setelah proses akhir baru di <em>validate, <\/em>tapi di setiap <em>stage. <\/em>Tahapan pertama adalah menemukan ide, kemudian pengembangan konsep, pengembangan produk, dan terakhir adalah tahap komersialisasi,\u201d ujar Wahyu.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Selain itu, Wahyu mencoba menerapkan <em>science <\/em>dalam dunia kreatif periklanan. Wahyu paham betul bahwa biaya iklan itu tidaklah murah dan tidak ada jaminan bahwa iklan akan sukses, karenanya penting untuk melakukan riset.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Sebagai <em>closing remark <\/em>Wahyu menekankan ulang pentingnya riset dalam perusahaan profit. Banyak <em>talent <\/em>berbakat tetapi tidak semuanya dapat melakukan riset dengan baik.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201c<em>Challenge <\/em>nya adalah mereka tetap harus berpikir <em>how to simplify complexity<\/em>. Memberikan segala macam data dan informasi itu sangat gampang. Tapi, bagaimana mereka bisa memilih dan menggali lebih dalam lagi informasi dan <em>insight <\/em>yang benar-benar bermanfaat itu yang juga penting,\u201d pungkasnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Penulis : Nur Laily Mucharomah<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Semarang &#8211; Kegiatan riset ternyata tidak hanya dibutuhkan oleh perusahaan non profit semata melainkan juga penting untuk perusahaan profit. Riset dapat membantu untuk mengetahui informasi serta kondisi pasar dan konsumen yang menjadi target. Informasi yang tepat tentang konsumen dapat dijadikan dasar dalam merancang strategi komunikasi produk dengan cara yang tepat pula. Seperti halnya yang dilakukan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":6218,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_et_pb_use_builder":"","_et_pb_old_content":"","_et_gb_content_width":"","footnotes":""},"categories":[111,1,45,109],"tags":[],"class_list":["post-6217","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-alumni","category-berita-id","category-kegiatan-id","category-seminar"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/komunikasi.fisip.undip.ac.id\/v1\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/6217","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/komunikasi.fisip.undip.ac.id\/v1\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/komunikasi.fisip.undip.ac.id\/v1\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/komunikasi.fisip.undip.ac.id\/v1\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/komunikasi.fisip.undip.ac.id\/v1\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=6217"}],"version-history":[{"count":5,"href":"https:\/\/komunikasi.fisip.undip.ac.id\/v1\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/6217\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":6283,"href":"https:\/\/komunikasi.fisip.undip.ac.id\/v1\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/6217\/revisions\/6283"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/komunikasi.fisip.undip.ac.id\/v1\/wp-json\/wp\/v2\/media\/6218"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/komunikasi.fisip.undip.ac.id\/v1\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=6217"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/komunikasi.fisip.undip.ac.id\/v1\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=6217"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/komunikasi.fisip.undip.ac.id\/v1\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=6217"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}