{"id":10333,"date":"2023-03-15T13:21:24","date_gmt":"2023-03-15T13:21:24","guid":{"rendered":"https:\/\/komunikasi.fisip.undip.ac.id\/v1\/?page_id=10333"},"modified":"2023-03-15T13:21:24","modified_gmt":"2023-03-15T13:21:24","slug":"kiprah-santy-diliana-sebagai-scriptwriter-film-series-cinta-dua-masa","status":"publish","type":"page","link":"https:\/\/komunikasi.fisip.undip.ac.id\/v1\/id\/kiprah-santy-diliana-sebagai-scriptwriter-film-series-cinta-dua-masa\/","title":{"rendered":"Kiprah Santy Diliana sebagai Scriptwriter Film Series Cinta Dua Masa"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\"><em>Kontributor: Untsa Rizka Maulida Yustisia<\/em><\/p>\n<p><\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><span style=\"font-weight: 400;\">&#8220;Jangan pernah berhenti belajar. Belajar tidak hanya memberikan pengetahuan baru tetapi juga membuka peluang baru.&#8221;<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Semarang \u2014 Santy Diliana, alumnus S-1 Ilmu Komunikasi Undip angkatan 2006, kini mulai menapaki jalan suksesnya sebagai penulis skenario untuk film serial. Salah satu <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">project<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">-nya adalah \u201cCinta Dua Masa\u201d yang akan tayang di platform Vidio.com pada bulan Juni atau Juli mendatang. Dalam sebuah sesi wawancara, Santy berbagi kisah dan inspirasi tentang hobi menulisnya dan bagaimana ia berproses sebagai seorang penulis skenario.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Santy mengungkapkan minatnya menulis telah muncul sejak usia muda, tepatnya saat ia duduk di bangku Sekolah Dasar. Ketika kuliah S-1 Ilmu Komunikasi di Undip, Santy bergabung dengan organisasi media kampus \u201cLPM Opini\u201d dan \u201cBerita Kampus\u201d. Keterampilan menulisnya semakin terasah berkat aktivitasnya dalam organisasi tersebut. Tidak lama setelah lulus, ia diterima bekerja di sebuah stasiun TV lokal. Namun, kemudian ia memutuskan pindah ke Kalimantan untuk mendampingi suaminya. Tinggal di daerah pelosok tidak menghentikan minat Santy untuk menulis. Bahkan, ia berhasil menerbitkan novel di platform seperti Wattpad. Karya-karyanya ternyata menuai respons positif dari pembaca. Salah satunya berhasil menarik perhatian Falcon Pictures hingga dibeli hak ciptanya.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sebelumnya Santy tidak memiliki pengalaman dalam menulis naskah film. Hal itu memicu niatnya untuk belajar menulis skenario. Ia mengikuti <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">workshop<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> penulisan skenario yang diisi oleh penulis senior Imam Salimi. Dalam <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">workshop<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> itu Santy terpilih sebagai penulis terbaik.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Santy kemudian mencoba memasuki industri film. Kendati, tidak memiliki koneksi di industri hiburan, ia berhasil mendapat tawaran dari sebuah perusahaan produksi. Kisahnya sebagai penulis skenario dimulai dengan mengirimkan ide konsep. Akhirnya ia mendapat kesempatan menulis naskah untuk serial &#8220;Hari Ini Kenapa, Naira?&#8221;. Serial tersebut awalnya ditayangkan di Vidio.com dan sekarang juga tersedia di YouTube Prilly Latuconsina.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Santy terus berproses sebagai penulis skenario film. Proyek terbarunya adalah film serial \u201cCinta Dua Masa\u201d. Ia mendapat proyek ini ketika bekerja sebagai bagian dari tim kreatif di sebuah perusahaan produksi. Timnya bertugas untuk menciptakan ide cerita yang akan ditinjau dan disempurnakan hingga siap untuk dipresentasikan kepada produser Vidio.com. Sebagai platform hiburan, Vidio.com lebih berfokus pada kisah romantis yang memiliki <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">twist <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">unik. Tim Vidio.com juga selalu mencari cerita yang memiliki elemen tidak biasa, seperti perjalanan waktu, yang menjadi komponen kunci dari &#8220;Cinta Dua Masa.&#8221;<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Santy juga bercerita tentang bagaimana ia mendapatkan ide ceritanya dan proses karakterisasi tokoh dalam film tersebut. &#8220;Saya banyak mendapatkan ide dari sekitar saya, bisa dari pengalaman pribadi atau orang lain, bahkan dari lagu yang saya dengar,&#8221; kata Santy. &#8220;Ide cerita bisa berasal dari mana saja, yang penting kita harus meningkatkan sensitivitas kita terhadap ide-ide tersebut.&#8221;<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Santy mendorong penulis skenario pemula untuk terus belajar, menonton banyak film untuk mempertajam sensitivitas mereka terhadap medium, dan berkolaborasi dengan orang lain serta terbuka terhadap umpan balik.<\/span> <span style=\"font-weight: 400;\">&#8220;Terlalu idealis dan enggan menerima perubahan bisa menghambat pertumbuhan Anda sebagai penulis naskah.&#8221; Santy percaya bahwa terlalu idealis dan enggan menerima perubahan dapat menghambat pertumbuhan seseorang sebagai penulis skenario.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Meskipun ada tantangan, Santy mengungkapkan kecintaannya pada pekerjaan dan kesempatan untuk berkarya melalui berbagai proyek menarik. Santy menegaskan ia senang menerima kritik dan masukan dari penonton karena hal tersebut dapat membantunya untuk belajar dan meningkatkan kualitas karya-karyanya di masa depan. Namun, ia juga menyadari bahwa tidak semua penonton akan menyukai karyanya. Namun, baginya itu hal yang wajar. Ia mengatakan sebagai penulis, harus memiliki mental yang kuat untuk menghadapi kritik dan mengambil pembelajaran dari hal tersebut.<\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Kontributor: Untsa Rizka Maulida Yustisia &#8220;Jangan pernah berhenti belajar. Belajar tidak hanya memberikan pengetahuan baru tetapi juga membuka peluang baru.&#8221; Semarang \u2014 Santy Diliana, alumnus S-1 Ilmu Komunikasi Undip angkatan 2006, kini mulai menapaki jalan suksesnya sebagai penulis skenario untuk film serial. Salah satu project-nya adalah \u201cCinta Dua Masa\u201d yang akan tayang di platform Vidio.com [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":3,"featured_media":0,"parent":0,"menu_order":0,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","template":"","meta":{"_et_pb_use_builder":"","_et_pb_old_content":"","_et_gb_content_width":"","footnotes":""},"class_list":["post-10333","page","type-page","status-publish","hentry"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/komunikasi.fisip.undip.ac.id\/v1\/wp-json\/wp\/v2\/pages\/10333","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/komunikasi.fisip.undip.ac.id\/v1\/wp-json\/wp\/v2\/pages"}],"about":[{"href":"https:\/\/komunikasi.fisip.undip.ac.id\/v1\/wp-json\/wp\/v2\/types\/page"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/komunikasi.fisip.undip.ac.id\/v1\/wp-json\/wp\/v2\/users\/3"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/komunikasi.fisip.undip.ac.id\/v1\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=10333"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/komunikasi.fisip.undip.ac.id\/v1\/wp-json\/wp\/v2\/pages\/10333\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":10335,"href":"https:\/\/komunikasi.fisip.undip.ac.id\/v1\/wp-json\/wp\/v2\/pages\/10333\/revisions\/10335"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/komunikasi.fisip.undip.ac.id\/v1\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=10333"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}