Semarang, Rabu, 11 Februari 2026 — DPRD Kota Semarang menggelar Dialog Interaktif bertema “Meningkatkan Partisipasi Masyarakat dalam Membangun Kota Semarang” di Laboraturium Multimedia, FISIP UNDIP, Kampus Tembalang, Rabu (11/2/2026). Kegiatan ini menjadi ruang temu antara legislatif, pemerintah daerah, dan akademisi untuk menegaskan bahwa pembangunan kota tidak dapat berjalan efektif tanpa keterlibatan warga di setiap tahap.
Dalam dialog tersebut, Wakil Ketua DPRD Kota Semarang Suharsono, S.S., M.Si. menekankan bahwa partisipasi publik masih perlu diperluas agar tidak berhenti pada tahap seremonial atau sekadar hadir di satu forum. Ia menegaskan, “Partisipasi publik harus diperluas, mulai dari perencanaan awal, penganggaran, pelaksanaan, hingga evaluasi.”
Suharsono juga menjelaskan bahwa masyarakat memiliki ruang untuk terlibat dalam proses pembangunan, mulai dari penyusunan dokumen perencanaan hingga penetapan anggaran daerah. Keterlibatan itu dapat dilakukan melalui forum Musrenbang dan berbagai mekanisme penyerapan aspirasi, termasuk diskusi publik.
Senada dengan itu, Kepala Bappeda Kota Semarang Budi Prakosa, S.T., M.T. menyampaikan bahwa Pemerintah Kota telah membuka jalur partisipasi berjenjang dari tingkat RT/RW melalui Musrenbang, sekaligus menyediakan kanal aduan resmi agar warga dapat menyampaikan aspirasi maupun mengawasi pelaksanaan program.
Sementara Dekan FISIP UNDIP Dr. Drs. Teguh Yuwono, M.PolAdmin menilai partisipasi publik kian penting seiring posisi Semarang yang terus berkembang dan dituntut semakin kompetitif. Ia menekankan pembangunan kota perlu berorientasi pada kenyamanan warga dan penguatan layanan dasar—termasuk respons pemerintah dalam isu-isu seperti sampah dan infrastruktur—agar pembangunan berdampak nyata dan berkelanjutan.
Melalui dialog ini, para narasumber menggarisbawahi bahwa tantangan perkotaan—mulai dari persoalan lingkungan hingga layanan publik—memerlukan kolaborasi: pemerintah menyiapkan kebijakan dan program, DPRD memperkuat fungsi pengawasan serta penganggaran, kampus memberi perspektif ilmiah, dan masyarakat memastikan pembangunan berjalan tepat sasaran melalui partisipasi aktif dan kontrol sosial.





0 Komentar