Dosen Ilmu Komunikasi FISIP UNDIP Paparkan Dinamika AI di Indonesia dalam Kolokium Internasional di Goethe University Frankfurt

Posted by Nur Inayah

May 6, 2026

Semarang – Dosen Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Diponegoro (FISIP UNDIP), Dr. Phil. Nuriyatul Lailiyah, S.Sos., M.Si., menjadi pembicara dalam Seminar Kolokium internasional yang diselenggarakan di Goethe University Frankfurt, Jerman.

Dalam forum akademik tersebut, ia memaparkan kajian mengenai perkembangan Artificial Intelligence (AI) di Indonesia, dengan menyoroti kesenjangan antara kebijakan nasional dan realitas implementasi di lapangan.

Dalam presentasinya, Nuriyatul Lailiyah menjelaskan bahwa pemerintah Indonesia telah memiliki roadmap pengembangan AI yang mencakup aspek infrastruktur dan data, pengembangan talenta, riset dan inovasi, serta etika dan tata kelola. Namun, implementasi di tingkat praktis masih menghadapi berbagai tantangan, seperti kesiapan data, keamanan informasi, serta adopsi teknologi yang belum sepenuhnya matang.

Ia juga menyoroti fenomena sosial yang muncul seiring meningkatnya penggunaan AI di masyarakat. Di satu sisi, terdapat antusiasme tinggi terhadap pemanfaatan AI, baik untuk kebutuhan personal maupun institusional – mulai dari ekspresi di media sosial, pengolahan konten kreatif, hingga efisiensi operasional organisasi. Namun di sisi lain, muncul pula berbagai kekhawatiran, terutama terkait isu etika, privasi, dan keamanan data.

Lebih lanjut, ia mengangkat berbagai persoalan krusial seperti penyalahgunaan AI dalam bentuk deepfake, penyebaran disinformasi, hingga potensi kejahatan berbasis teknologi yang mengancam keamanan digital masyarakat. Fenomena ini menunjukkan bahwa perkembangan AI tidak hanya menjadi isu teknologi, tetapi juga persoalan sosial dan komunikasi yang kompleks.

Dalam konteks budaya digital Indonesia, ia menekankan bahwa tingginya penggunaan media sosial turut mendorong percepatan adopsi AI di tingkat akar rumput. Masyarakat tidak hanya menjadi pengguna, tetapi juga aktif memproduksi dan mendistribusikan konten berbasis AI, sehingga mempercepat penyebaran tren teknologi ini.

Meski demikian, perkembangan ini juga membuka peluang besar bagi dunia akademik, khususnya dalam pengembangan riset-riset baru terkait AI, komunikasi digital, dan masyarakat. Kesadaran masyarakat terhadap dampak AI – baik dari sisi lingkungan, privasi, maupun kualitas interaksi sosial – menjadi ruang penting untuk kajian akademik ke depan.

Kolokium ini dipimpin oleh Prof. Arnd Graf, Head of Department of Southeast Asian Studies di Goethe University Frankfurt. Selain Indonesia, forum ini juga menghadirkan akademisi dari Malaysia, yaitu Abd. Hakim Mohad @ Mohamad Ramli dari Universiti Sains Islam Malaysia yang membahas perkembangan AI di Malaysia.

Partisipasi ini menunjukkan kontribusi FISIP UNDIP dalam diskursus global terkait teknologi dan masyarakat digital, sekaligus memperkuat reputasi akademik di tingkat internasional melalui forum ilmiah bereputasi. ( Muhammad Rif’at Al-Razi )

More from Ilmu Komunikasi

0 Komentar

You cannot copy content of this page